Senin, 22 Maret 2010

Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran

Menurut Slamet (1987:2), belajar adalah sesuatu proses perubahan, yaitu
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam
memenuhi kebutuhaan hidupnya Sedangkan dalam dunia pendidikan, belajar
diartikan sebagai suatu yang dilakukan seseorang secara terencana untuk
memperoleh sesuatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan
sebagai hasil pengenalannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Tim
pengembang PGSD, 1996:3).

Untuk memahami konsep media pembelajaran, kita pahami terlebih dahulu
pengertian dari media dan pembelajaran. Sabri (2005: 112) mendefinisikan media
merupakan alat yang digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan
dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemajuan siswa sehingga terdorong
untuk belajar. Sedangkan pembelajaran menurut Sadiman, at al. (1984: 7) adalah
usaha - usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber – sumber belajar agar
terjadi proses belajar dalam diri siswa. Dengan demikian pembelajaran merupakan
upaya sadar dan sengaja. Pembelajaran bukan kegiatan insidental tanpa persiapan.

Dari pengertian media dan pembelajaran di atas dapat disimpulkan bahwa
media pembelajaran ialah alat penyampai informasi dari sumber belajar ke peserta
didik. Wilkinson (1984:5) juga mendefinisikan media pembelajaran merupakan
alat dan bahan selain buku teks yang dapat dipakai untuk menyampaikan
informasi dalam suatu situasi belajar – mengajar. Media pendidikan tersebut
bersifat ekletik yang mencerminkan keragaman latarbelakang dan minat dari
individu – individu yang terus mengalami perkembangan.

Selain definisidi atas, media pembelajaran merupakan alat, metode dan
teknik yang digunakan untuk lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi
antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah
(Hamalik, 1984: 12).

Berkaitan dengan fungsi media pembelajaran Sadiman, et al., (2005:17-18)
menyatakan bahwa secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan
memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis, mengatasi
keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. Penggunaan media secara tepat dan
bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan
berguna untuk menimbulkan kegairahan belajar, memungkinkan interaksi yang
langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan memungkinkan
anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan.

Tidak ada komentar: