Tampilkan postingan dengan label media pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label media pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Maret 2010

Langkah Pembuatan Media Audio Visual

Dalam pembuatan media audio visual ada beberapa langkah yang harus
dikerjakan diantaranya adalah :

1) menentukan gaya gambar
Gaya gambar yang terdapat dalam media visual dapat berupa gambar
bebas ataupun yang sudah ditentukan, karena tidak ada patokan tertentu
tergantung kreatifitas gambar.

2) membuat sketsa gambar
Gambar sketsa disini sebaiknya disesuaikan dengan materi yang akan di
buat animasi atupun background yang akan digunakan. Dalam menggambar ini
bisa langsung di program flash atau dengan software lain seperti adobe
phothoshop, coreldraw dan lainnya.

3) mengimpor sketsa gambar
Setelah gambar sketsa selesai selanjutnya adalah mengimpor gambar
tersebut ke macromedia flash dengan cara buka File > Import > Import to Stage
lalu pilih gambar yang akan dimasukan dan pilih open.




















Gambar 1. Menu import gambar

4) pembuatan komponen-komponen buku digital
Bagian ini adalah bagian terpenting yang harus diperhatikan. Ada
beberapa komponen yang harus diperhatika n dalam pembuatan buku digital antara
lain : cover, kata pengantar, daftar isi, isi materi, latihan-latihan soal, dan lainnya.

a. pembuatan cover
Kita dapan menggunkan langkah 2 dan 3 sehingga nanti akan
menghasilkan seperti berikut.





















Gambar 2. Menu import cover buku

b. pembuatan kata pengantar dan daftar isi
Untuk menyisipkan kata pengantar, pilih menu teks tool (T) > klik di
bagian yang ingin ditulis. Hasil contoh daftar isi dari salah satu bab yaitu bab 8
(segitiga dan segi empat) seperti berikut











Gambar 3. Pembuatan Kata Pengantar dan Daftar isi.

c. pembuatan isi materi
Dalam pembuatan materi disini sama dengan pembuatan pada poin b.
Agar tampilan lebih menarik kita buat beberapa animasi. Yang ditampilkan disini
adalah salh satu materi dari sub bab.


















Gambar 4. Pembuatan Kata Pengantar

Media EDM

1. Model Rancangan Pengembangan Media Audio Visual

Dalam pembuatan media EDM (Education Digital Media ) Berbasis Audio
Visual yang akan digunakan dalam pembelajaran ada tiga hal pokok yang harus
kita pahami. Kategori kegiatan pokok tersebut oleh Sujana dan Ahmad (1989: 93)
dilukiskan dalam bagan arus berikut.









Gambar 1. Rancangan Model Pengembangan EDM

Berdasarkan bagan penulis akan menguraikan kegiatan pokok tersebut
untuk pengembangan yang digunakan pada media pembelajaran yang akan di
rancang. Rancangan EDM yang penulis akan kembengkan berupa buku digital
yang di dalamnya visual dan audio sebagai pengganti peran guru sehingga dapat
digunakan siswa dalam memahami konsep – konsep matematika secara mandiri.



2. Perumusan Masalah dan Pengorganisasian Pada EDM

Perancangan EDM memerlukan strategi yang baik sebelum mende sain
media tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan dari EDM agar dapat
mentransfer ilmu pengetahuan dari sumber media berupa EDM ke pada siswa.
Desain yang baik tidak hanya memperhatikan tampak luar saja namun juga
penyesuaian masalah, waktu dan keadaan yang akan diciptakan agar suasana dan
motivasi pengguna dapat terbentuk.

Hubungan komunikasi audio visual melahirkan suatu model yang
memperlihatkan dengan tegas bahwa siswa merupakan bagian integral dari proses
teknologi instruksional. Dengan demikian pengorganisasian dalam EDM
memasukkan teori belajar ditambah dengan unsur – unsur respon dan evaluasi
terhadap respon siswa. Demikian diperlihatkan hubungan yang dinamis,
kesinambungan dan interaksi proses komunikasi audo visual.













Gambar 2. Proses Pengorganisasian EDM (Education Digital Media)

Model pengorganisasian di atas menyataka n komponen – komponen yang
harus dipenuhi terkait fungsinya masing – masing. Pesan merupakan informasi
yang akan disampaikan dan dirancang dalam EDM yaitu berupa isi, makna dan
materi pelajaran matematika. Pesan ini dalam pembelajaran di kelas akan
disampa ikan oleh instruktor seorang guru. Namun, pada EDM instruktor
digantikan oleh pembuat media melalui proses perekaman audio dan visual
dengan penyesuaian waktu terhadap materi yang akan disampaikan.



3. Desain Media Audio Visual EDM

Media EDM memanfaatkan komputer sebagai alat dalam
penyampaiannya. Berkaitan dengan ini Mayub (2005: 128) mengungkapkan
bahwa komputer dapat digunakan untuk membuat konsep-konsep yang abstrak
menjadi konkret melalui visualisasi statis maupun animasi. Melalui animasi dapat
dibuat suatu konsep yang lebih menarik sehingga menambah motivasi untuk
mempelajari matematika.

Sutopo (2002: 2) menambahkan bahwa dalam dunia komputer, animasi
merupakan komponen dari multimedia yang berhubungan dengan perangkat lunak
untuk pengembangan lebih dari satu cara dalam menyampaikan informasi kepada
pengguna, seperti teks dan suara. Pada saat ini, multimedia mempunyai arti tidak
hanya integrasi antara teks dan grafik sederhana saja, tetapi dilengkapi dengan
suara dan animasi. Sambil mendengarkan penjelasan, dapat melihat gambar,
animasi maupun membeca penjelasan dalam bentuk teks.

Salah satu model animasi yang digunakan disini adalah dengan
Macromedia Flash. Flash merupakan suatu gabungan antara grafik dan animasi
untuk situs web, walupun tidak menutup kemungkinan diterapkan juga untuk
presentasi, katalog dan lainnya. Pada intinya, flash terdiriatas grafik vektor,
namun grafik bitmap maupun suara juga dapat dimasukkan kedalamnya.

Berkaitan dengan ini tim penelitian dan pengembangan wahana komputer
(2004: 54-55) menjelaskan, vektor terdiri atas garis-garis yang disebut dengan
istilah vektor. Gambar vektor bersifat resolution independent. Artinya dapat
memperbesar atau memperkecil ukuran gambar tanpa mengurangu kualitas
gambar tersebut. Sedangkan gambar bitmap terdiri atas kumpulan titik-titik
berwarna yang disebut dengan istilah piksel yang tersusun rapi berdasarkan grid.
Gambar bitmap bersifat resolution dependent.

Ariyanto (2006 : 14) memberi gambaran bahwa saat bekerja dengan flash,
movie dibuat dengan menggambar (drawing) atau mengimpor karya seni
(artwork), kemudian mengaturnya peda stage dan memberkan animasi melalui
timeline. Adapun interaksi di dalam movie dapat dibuat dengan menggunkan
action. Interaksi ini mengakibatkan movie merespon apa yang dit entukan.

Pendekatan Sistem Komunikasi ke Teknologi Pembelajaran

Menurut Asosiation for Educational Comunications and Technology
(AECT) (dalam Wilkinson, 1984: 3) teknologi pendidikan adalah suatu proses
yang kompleks dan terpadu yang menyangkut orang, prosedur, ide, alat dan
organisasi untuk menganalisis masalah, merencanakan, melaksanakan,
mengevaluasi dan mengelolah pemecahan masalah yang berkait an dengan segala
aspek belajar.

Holstein (1986: 82) memberi gambaran bahwa media secara global
merupakan titik penghubung antara pengajar dan pelajar. Dipihak pengajar media
membantu dalam menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada pelajar.

Sedangkan di pihak pelajar media menggantikan guru sebagai pusat pesan
pengetahuan. Dalam hai ini, media yang ada dalam situasi belajar dapat berupa
media dengan guru sebagai perantara langsung atau media tanpa perantara
langsung yang dapat dipelajari oleh pelajar sendiri.

Sujana dan Ahmad (1989: 112) menjelaskan kombinasi pola sistem
pengajaran yang berkenaan dengan proses penyampaian informasi. Pola pertama,
sumber belajar hanya orang saja sehingga guru kelas mendominasi kegiatan
belajar mengajar. Kedua, sumber belajar berupa guru dibantu oleh sumber lainnya
berupa media pengajaran. Dalam pola ini guru masih tetap memegang peranan
penting dalam mengontrol namun tidak mutlak. Ketiga, guru bersama sumber
belajar lainnya besama – sama bertanggung jawab dalam pengorganisasian kelas.

Terakhir, sumber belajar saja tanpa hadirnya guru dalam bentuk pengajaran
melalui media. Kombinasi keempat pola sistem tersebut terlihat pada bagan
berikut.











Gambar 1. Kombinasi Pola Sistem Pengajaran

Sadiman, et al., (2005: 15) juga menggambarkan proses penyampaian
komunikasi pada proses pembelajaran tersebut seperti pada bagan berikut.



















Gambar 2. Proses Komunikasi Melalui Media Dengan Perantara Guru

Proses komunikasi dalam penyampaian dari sumber pesan sampai ke
siswa pada bagan di atas melalui instruktor langsung dengan bantuan media.
Media ini disesuaikan dengan kebutuhan dari instruktor dan materi apa yang akan
disampaikan. Berbeda dengan alur di atas pada proses komunikasi yang terjalin
dalam EDM (Education Digital Media ) tanpa terdapat instruktor langsung. Jalinan
komunikasi yang akan digunakan dalam rancangan EDM yaitu melalui media
yang fungsi instruktor digantikan dengan animasi visual dan audio. Proses
komunikasinya tergambar sebagai berikut.




















Gambar 3. Proses Komunikasi Melalui Media Tanpa Perantara Guru

Dengan proses komunikasi yang diaplikasikan dalam kegiatan intruksional
telah mengubah kerangka teoritis konsep teknologi intruksional. Dengan
demikian, tekanan tidak lagi diletakkan pada benda atau bahan pelajaran dalam
bentuk materi audio visual saja, tetapi dipusatkan pada keseluruhan proses
komunikasi informasi atau pesan (message) dari sumber (source), yaitu guru,
kepada penerima (receiver), yaitu siswa (Sujana danAhmad, 1989: 59).

Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Sudjana dan Ahmad (1990: 3) menyebutkan ada beberapa jenis media
pengajaran yang bisa digunakan dalam proses pengajaran yaitu media grafis,
media proyeksi, dan media audio. Media tersebut dapat dipakai secara tunggal
ataupun kolektif disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Media grafis adalah media yang dapat mengkomunikasikan fakta-fakta
dan gagasan-gagasan secara jelas dan kuat melalui perpaduan antara
pengungkapan kata-kata dan gambar. Media grafis terdiri atas bagan, diagram,
grafik, poster, kartun, dan komik (Sudjana dan Ahmad, 1990: 27).

Media proyeksi mempunyai persamaan dengan media grafis dalam arti
menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Perbedaannya apada media proyeksi
dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan pada
media proyeksi, pesan tersebut diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat
oleh sasaran terlebih dahulu. Jenis media proyeksi antara lain film bingkai (slide),
film rangkai (film strip), overhead proyektor, proyektor opaque, tachitoscope,
microprojection dangan microfilm (Sadiman, at al., 2005: 55).

Berbeda dengan madia grafis dan proyeksi, media audio berkaitan dengan
pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambing –
lambing auditif, baik verbal ataupun non verbal. Ada beberapa jenis media yang
dapat kita kelompokkan dalam media audio antara lain: radio, alat perekam pita
magnetic, piringan hitam dan laboratorium bahasa.

Media – media yang dikelompokkan oleh Sudjana dan Rivai di atas oleh
Edgar Dale (dalam Sa diman, et al., 2005: 8) diklasifikasikan dari yang paling
konkret ke yang paling abstrak. Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan
nama kerucut pengalaman (cone of experience).

















Gambar 1. Kerucut Pengalaman Edgar Dale

Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran

Menurut Slamet (1987:2), belajar adalah sesuatu proses perubahan, yaitu
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam
memenuhi kebutuhaan hidupnya Sedangkan dalam dunia pendidikan, belajar
diartikan sebagai suatu yang dilakukan seseorang secara terencana untuk
memperoleh sesuatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan
sebagai hasil pengenalannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Tim
pengembang PGSD, 1996:3).

Untuk memahami konsep media pembelajaran, kita pahami terlebih dahulu
pengertian dari media dan pembelajaran. Sabri (2005: 112) mendefinisikan media
merupakan alat yang digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan
dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemajuan siswa sehingga terdorong
untuk belajar. Sedangkan pembelajaran menurut Sadiman, at al. (1984: 7) adalah
usaha - usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber – sumber belajar agar
terjadi proses belajar dalam diri siswa. Dengan demikian pembelajaran merupakan
upaya sadar dan sengaja. Pembelajaran bukan kegiatan insidental tanpa persiapan.

Dari pengertian media dan pembelajaran di atas dapat disimpulkan bahwa
media pembelajaran ialah alat penyampai informasi dari sumber belajar ke peserta
didik. Wilkinson (1984:5) juga mendefinisikan media pembelajaran merupakan
alat dan bahan selain buku teks yang dapat dipakai untuk menyampaikan
informasi dalam suatu situasi belajar – mengajar. Media pendidikan tersebut
bersifat ekletik yang mencerminkan keragaman latarbelakang dan minat dari
individu – individu yang terus mengalami perkembangan.

Selain definisidi atas, media pembelajaran merupakan alat, metode dan
teknik yang digunakan untuk lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi
antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah
(Hamalik, 1984: 12).

Berkaitan dengan fungsi media pembelajaran Sadiman, et al., (2005:17-18)
menyatakan bahwa secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan
memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis, mengatasi
keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. Penggunaan media secara tepat dan
bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan
berguna untuk menimbulkan kegairahan belajar, memungkinkan interaksi yang
langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan memungkinkan
anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan.