(AECT) (dalam Wilkinson, 1984: 3) teknologi pendidikan adalah suatu proses
yang kompleks dan terpadu yang menyangkut orang, prosedur, ide, alat dan
organisasi untuk menganalisis masalah, merencanakan, melaksanakan,
mengevaluasi dan mengelolah pemecahan masalah yang berkait an dengan segala
aspek belajar.
Holstein (1986: 82) memberi gambaran bahwa media secara global
merupakan titik penghubung antara pengajar dan pelajar. Dipihak pengajar media
membantu dalam menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada pelajar.
Sedangkan di pihak pelajar media menggantikan guru sebagai pusat pesan
pengetahuan. Dalam hai ini, media yang ada dalam situasi belajar dapat berupa
media dengan guru sebagai perantara langsung atau media tanpa perantara
langsung yang dapat dipelajari oleh pelajar sendiri.
Sujana dan Ahmad (1989: 112) menjelaskan kombinasi pola sistem
pengajaran yang berkenaan dengan proses penyampaian informasi. Pola pertama,
sumber belajar hanya orang saja sehingga guru kelas mendominasi kegiatan
belajar mengajar. Kedua, sumber belajar berupa guru dibantu oleh sumber lainnya
berupa media pengajaran. Dalam pola ini guru masih tetap memegang peranan
penting dalam mengontrol namun tidak mutlak. Ketiga, guru bersama sumber
belajar lainnya besama – sama bertanggung jawab dalam pengorganisasian kelas.
Terakhir, sumber belajar saja tanpa hadirnya guru dalam bentuk pengajaran
melalui media. Kombinasi keempat pola sistem tersebut terlihat pada bagan
berikut.
Gambar 1. Kombinasi Pola Sistem Pengajaran
Sadiman, et al., (2005: 15) juga menggambarkan proses penyampaian
komunikasi pada proses pembelajaran tersebut seperti pada bagan berikut.

Gambar 2. Proses Komunikasi Melalui Media Dengan Perantara Guru
Proses komunikasi dalam penyampaian dari sumber pesan sampai ke
siswa pada bagan di atas melalui instruktor langsung dengan bantuan media.
Media ini disesuaikan dengan kebutuhan dari instruktor dan materi apa yang akan
disampaikan. Berbeda dengan alur di atas pada proses komunikasi yang terjalin
dalam EDM (Education Digital Media ) tanpa terdapat instruktor langsung. Jalinan
komunikasi yang akan digunakan dalam rancangan EDM yaitu melalui media
yang fungsi instruktor digantikan dengan animasi visual dan audio. Proses
komunikasinya tergambar sebagai berikut.

Gambar 3. Proses Komunikasi Melalui Media Tanpa Perantara Guru
Dengan proses komunikasi yang diaplikasikan dalam kegiatan intruksional
telah mengubah kerangka teoritis konsep teknologi intruksional. Dengan
demikian, tekanan tidak lagi diletakkan pada benda atau bahan pelajaran dalam
bentuk materi audio visual saja, tetapi dipusatkan pada keseluruhan proses
komunikasi informasi atau pesan (message) dari sumber (source), yaitu guru,
kepada penerima (receiver), yaitu siswa (Sujana danAhmad, 1989: 59).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar