Dalam pembuatan media EDM (Education Digital Media ) Berbasis Audio
Visual yang akan digunakan dalam pembelajaran ada tiga hal pokok yang harus
kita pahami. Kategori kegiatan pokok tersebut oleh Sujana dan Ahmad (1989: 93)
dilukiskan dalam bagan arus berikut.
Gambar 1. Rancangan Model Pengembangan EDM
Berdasarkan bagan penulis akan menguraikan kegiatan pokok tersebut
untuk pengembangan yang digunakan pada media pembelajaran yang akan di
rancang. Rancangan EDM yang penulis akan kembengkan berupa buku digital
yang di dalamnya visual dan audio sebagai pengganti peran guru sehingga dapat
digunakan siswa dalam memahami konsep – konsep matematika secara mandiri.
2. Perumusan Masalah dan Pengorganisasian Pada EDM
Perancangan EDM memerlukan strategi yang baik sebelum mende sain
media tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan dari EDM agar dapat
mentransfer ilmu pengetahuan dari sumber media berupa EDM ke pada siswa.
Desain yang baik tidak hanya memperhatikan tampak luar saja namun juga
penyesuaian masalah, waktu dan keadaan yang akan diciptakan agar suasana dan
motivasi pengguna dapat terbentuk.
Hubungan komunikasi audio visual melahirkan suatu model yang
memperlihatkan dengan tegas bahwa siswa merupakan bagian integral dari proses
teknologi instruksional. Dengan demikian pengorganisasian dalam EDM
memasukkan teori belajar ditambah dengan unsur – unsur respon dan evaluasi
terhadap respon siswa. Demikian diperlihatkan hubungan yang dinamis,
kesinambungan dan interaksi proses komunikasi audo visual.
Gambar 2. Proses Pengorganisasian EDM (Education Digital Media)
Model pengorganisasian di atas menyataka n komponen – komponen yang
harus dipenuhi terkait fungsinya masing – masing. Pesan merupakan informasi
yang akan disampaikan dan dirancang dalam EDM yaitu berupa isi, makna dan
materi pelajaran matematika. Pesan ini dalam pembelajaran di kelas akan
disampa ikan oleh instruktor seorang guru. Namun, pada EDM instruktor
digantikan oleh pembuat media melalui proses perekaman audio dan visual
dengan penyesuaian waktu terhadap materi yang akan disampaikan.
3. Desain Media Audio Visual EDM
Media EDM memanfaatkan komputer sebagai alat dalam
penyampaiannya. Berkaitan dengan ini Mayub (2005: 128) mengungkapkan
bahwa komputer dapat digunakan untuk membuat konsep-konsep yang abstrak
menjadi konkret melalui visualisasi statis maupun animasi. Melalui animasi dapat
dibuat suatu konsep yang lebih menarik sehingga menambah motivasi untuk
mempelajari matematika.
Sutopo (2002: 2) menambahkan bahwa dalam dunia komputer, animasi
merupakan komponen dari multimedia yang berhubungan dengan perangkat lunak
untuk pengembangan lebih dari satu cara dalam menyampaikan informasi kepada
pengguna, seperti teks dan suara. Pada saat ini, multimedia mempunyai arti tidak
hanya integrasi antara teks dan grafik sederhana saja, tetapi dilengkapi dengan
suara dan animasi. Sambil mendengarkan penjelasan, dapat melihat gambar,
animasi maupun membeca penjelasan dalam bentuk teks.
Salah satu model animasi yang digunakan disini adalah dengan
Macromedia Flash. Flash merupakan suatu gabungan antara grafik dan animasi
untuk situs web, walupun tidak menutup kemungkinan diterapkan juga untuk
presentasi, katalog dan lainnya. Pada intinya, flash terdiriatas grafik vektor,
namun grafik bitmap maupun suara juga dapat dimasukkan kedalamnya.
Berkaitan dengan ini tim penelitian dan pengembangan wahana komputer
(2004: 54-55) menjelaskan, vektor terdiri atas garis-garis yang disebut dengan
istilah vektor. Gambar vektor bersifat resolution independent. Artinya dapat
memperbesar atau memperkecil ukuran gambar tanpa mengurangu kualitas
gambar tersebut. Sedangkan gambar bitmap terdiri atas kumpulan titik-titik
berwarna yang disebut dengan istilah piksel yang tersusun rapi berdasarkan grid.
Gambar bitmap bersifat resolution dependent.
Ariyanto (2006 : 14) memberi gambaran bahwa saat bekerja dengan flash,
movie dibuat dengan menggambar (drawing) atau mengimpor karya seni
(artwork), kemudian mengaturnya peda stage dan memberkan animasi melalui
timeline. Adapun interaksi di dalam movie dapat dibuat dengan menggunkan
action. Interaksi ini mengakibatkan movie merespon apa yang dit entukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar