Senin, 22 Maret 2010

Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Sudjana dan Ahmad (1990: 3) menyebutkan ada beberapa jenis media
pengajaran yang bisa digunakan dalam proses pengajaran yaitu media grafis,
media proyeksi, dan media audio. Media tersebut dapat dipakai secara tunggal
ataupun kolektif disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Media grafis adalah media yang dapat mengkomunikasikan fakta-fakta
dan gagasan-gagasan secara jelas dan kuat melalui perpaduan antara
pengungkapan kata-kata dan gambar. Media grafis terdiri atas bagan, diagram,
grafik, poster, kartun, dan komik (Sudjana dan Ahmad, 1990: 27).

Media proyeksi mempunyai persamaan dengan media grafis dalam arti
menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Perbedaannya apada media proyeksi
dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan pada
media proyeksi, pesan tersebut diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat
oleh sasaran terlebih dahulu. Jenis media proyeksi antara lain film bingkai (slide),
film rangkai (film strip), overhead proyektor, proyektor opaque, tachitoscope,
microprojection dangan microfilm (Sadiman, at al., 2005: 55).

Berbeda dengan madia grafis dan proyeksi, media audio berkaitan dengan
pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambing –
lambing auditif, baik verbal ataupun non verbal. Ada beberapa jenis media yang
dapat kita kelompokkan dalam media audio antara lain: radio, alat perekam pita
magnetic, piringan hitam dan laboratorium bahasa.

Media – media yang dikelompokkan oleh Sudjana dan Rivai di atas oleh
Edgar Dale (dalam Sa diman, et al., 2005: 8) diklasifikasikan dari yang paling
konkret ke yang paling abstrak. Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan
nama kerucut pengalaman (cone of experience).

















Gambar 1. Kerucut Pengalaman Edgar Dale